Jurnal#13 Rutinvestasi ETF VWO
Balik ke ETF
Setelah minggu lalu gue sempat "main api" dengan serok tipis Bitcoin di hari Minggu, sekarang saatnya gue kembali fokus ke pondasi portofolio saham.
Di artikel sebelumnya (Januari), gue sudah melakukan diversifikasi ke pasar Emerging Markets lewat ETF VWO. Ternyata, di bulan Februari ini gue merasa porsi tersebut masih perlu ditambah sedikit demi sedikit.
Tepat tanggal 11 Februari 2026, gue memutuskan untuk melakukan top up kecil-kecilan ke ETF yang isinya raksasa ekonomi China, India, dan Taiwan ini.
Rincian Transaksi: Cicil Terus Selagi Mampu
Prinsip gue di blog Rutinvestasi ini jelas: Nggak perlu nunggu uang gede buat beli aset. Ada sisa saldo sedikit pun, sikat.
Berikut detail transaksi pembelian gue sesuai catatan aplikasi:
Kalau kita bandingkan dengan pembelian gue di akhir Januari lalu (30 Jan 2026), waktu itu gue dapat harga di $57.01.
Sekarang di 11 Februari, gue beli di harga $58.07.
Artinya, ada kenaikan harga sekitar $1 per lembar dalam waktu dua minggu.
Apakah gue rugi beli di harga lebih tinggi? Tentu tidak.
Justru ini konfirmasi bahwa tren Emerging Markets mulai bergerak positif. Strategi gue tetap Dollar Cost Averaging (DCA). Gue nggak peduli naik atau turun dikit, yang penting rata-rata harga gue tetap terjaga dalam jangka panjang.
Kenapa Masih VWO?
Gue masih menyisihkan dana untuk VWO karena gue percaya diversifikasi geografis itu penting. Portofolio gue nggak boleh 100% bergantung sama ekonomi Amerika (SPY/QQQ).
Dengan masuk ke VWO, gue punya eksposur ke pertumbuhan ekonomi Asia dan negara berkembang lainnya yang punya potensi rebound tinggi di tahun 2026 ini.
What's Next?
Bulan Februari ini masih panjang. Setelah Bitcoin dan VWO, gue masih punya rencana untuk menambah muatan di sektor utama gue: Teknologi (QQQ) dan SPY.
Tunggu update transaksi berikutnya di blog ini ya!
Semua yang tulis di sini hanya jurnal pribadi gue, bukan ajakan untuk membeli. Selalu riset sendiri sebelum loe beli aset apapun.

