ZA5uJxqWAsIa8s0NdbTDrp6OocveZwqEZiZARrp6

Minggu Pagi Santai: Iseng Beli Bitcoin (BTC) $33

Jurnal#12 Rutinvestasi Bitcoin 

Hari Minggu biasanya dipakai buat istirahat atau olahraga. Tapi karena pasar kripto buka 24 jam, gue iseng buka aplikasi exchange sambil ngopi pagi.

Setelah bulan lalu fokus membesarkan porsi saham di ETF Amerika, di awal Februari ini gue mau menyeimbangkan portofolio dengan aset yang lebih high risk high reward: Bitcoin.

Rincian Transaksi

Transaksi ini gue lakukan di hari Minggu pagi, tanggal 8 Februari 2026. Mumpung harga Bitcoin lagi ada di angka cantik $69,000-an, gue masukin sedikit dana dingin ke sana.

Berikut detailnya sesuai catatan aplikasi:
  •     Aset: Bitcoin (BTC/USDT)
  •     Waktu: 06:27 WIB (Masih pagi banget!)
  •     Nominal Beli: 33 USDT
  •     Harga Eksekusi: $69,088 per BTC
  •     Dapet Barang: 0.00047644 BTC

Kenapa Cuma $33?

Mungkin ada yang mikir, "Nanggung amat cuma 33 Dollar (sekitar Rp500 ribuan)?"

Prinsip gue di Rutinvestasi tetap sama: Konsistensi > Nominal. Gue nggak nunggu punya uang ratusan juta dulu baru beli Bitcoin. Ada dana nganggur $33, ya langsung belikan.

Lagipula, Bitcoin ini fungsinya sebagai "pemanis" agresif di portofolio gue. Gue nggak mau all-in di sini, tapi gue juga nggak mau ketinggalan kalau harganya terbang. Jadi, strategi nyicil tipis-tipis kayak gini adalah jalan tengah yang paling nyaman buat psikologis gue.
Harga $69k Kemahalan Gak?

Beli di harga $69,088 mungkin terasa tinggi buat sebagian orang. Tapi balik lagi ke timeframe. Gue beli Bitcoin bukan buat dijual minggu depan buat beli gorengan. Ini buat tabungan jangka panjang.

Siapa tahu di tahun 2030 nanti, harga $69k ini bakal dianggap "harga diskon". Siapa yang tahu, kan? Yang penting gue udah punya tiketnya.

See you in the next Update!

Semua yang tulis di sini hanya jurnal pribadi gue, bukan ajakan untuk membeli. Selalu riset sendiri sebelum loe beli aset apapun. 
Post a Comment